JAKARTA, KOMPAS.com – Hingga saat ini, kos-kosan masih menjadi salah satu bisnis properti yang tak pernah surut.

Bisnis ini menjanjikan masa depan cerah untuk dijalankan karena pemilik bisa mendapatkan passive income (pendapatan pasif).

Sehingga, mereka tak perlu memikirkan pengelolaan bisnis yang rumit seperti mengurus perusahaan atau urusan operasional dan tenaga kerja lain yang membutuhkan keterlibatan penuh.

Lebih dari itu, kos-kosan menjadi suatu investasi yang menawarkan keuntungan seraya menikmati masa tua karena bersifat jangka panjang.

Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto mengatakan kebutuhan orang untuk sewa hunian yang terjangkau dan lokasi strategis masih sangat besar, sementara pasokannya belum banyak.

“Saya lihat potensi ini cukup baik bagi pengembang dan pengelola yang ingin bermain dibisnis ini,” kata Ferry beberapa waktu lalu

Komentar

Baca artikel lebih nyaman tanpa terganggu banyak iklan di aplikasi Kompas.com.
UNDUH
Home Properti Berita
Menakar Gurihnya Bisnis Kos-kosan di Indonesia
Rabu, 29 September 2021 | 10:00 WIB
Komentar

Komentar Lihat Foto
www.shutterstock.com
Ilustrasi properti
Penulis: Hilda B Alexander, Suhaiela Bahfein | Editor: Hilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com – Hingga saat ini, kos-kosan masih menjadi salah satu bisnis properti yang tak pernah surut.

Bisnis ini menjanjikan masa depan cerah untuk dijalankan karena pemilik bisa mendapatkan passive income (pendapatan pasif).

Sehingga, mereka tak perlu memikirkan pengelolaan bisnis yang rumit seperti mengurus perusahaan atau urusan operasional dan tenaga kerja lain yang membutuhkan keterlibatan penuh.

Lebih dari itu, kos-kosan menjadi suatu investasi yang menawarkan keuntungan seraya menikmati masa tua karena bersifat jangka panjang.

Baca juga: Bisnis Kos-kosan, Menjanjikan Sambil Menikmati Masa Tua

Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto mengatakan kebutuhan orang untuk sewa hunian yang terjangkau dan lokasi strategis masih sangat besar, sementara pasokannya belum banyak.

“Saya lihat potensi ini cukup baik bagi pengembang dan pengelola yang ingin bermain dibisnis ini,” kata Ferry beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, investasi di bidang kos-kosan sangat diminati, apalagi jika aset yang dimiliki berada di kawasan perkotaan, dekat fasilitas pendidikan, dan dekat dengan segala fasilitas publik.

Meski dalam kondisi Pandemi Covid-19, bisnis ini relatif lebih baik ketimbang akomodasi lainnya karena tempat tinggal masih menjadi salah satu kebutuhan dasar.

Sebut saja mitra-mitra bisnis Mamikos, yang mampu mencatat tingkat keterisian hingga 75 persen untuk layanan Singgahsini setelah 3-4 bulan pertama bergabung selama masa Pandemi Covid-19.

Sementara sebelum masa Pandemi Covid-19, tingkat hunian bisa mencapai lebih dari 100 persen.