Tips Hemat Listrik Cara Anak Kost

1. Pakai laptop, bukan PC

PC gamer pasti rada sebal ketika membaca tips pertama ini, namun sayangnya, PC khusus gaming sangatlah boros listrik 🙁

Kalau kamu memang serius menghemat listrik, gunakan laptop ketimbang PC. Memang PC lebih nyaman dan ergonomik, namun laptop jauh lebih hemat energi.

Selain tidak membutuhkan banyak daya, kamu juga bisa nebeng nge-charge di kafe/tempat umum/rumah orang 🙂

2. Catat setiap alat elektronik, dan ketahui mana yang paling boros

Ini salah satu langkah awal yang menurut saya sangat penting. Jangan sampai kamu malah membiarkan alat yang boros listrik terus menyala dan malah fokus mematikan alat listrik yang sebenarnya tidak boros.

Biasanya yang boros itu adalah komputer, mesin cuci, AC, dan kulkas. Pastikan kamu tahu konsumsi daya masing-masing alat berapa sehingga kamu jadi lebih sadar mana alat yang pemakaiannya harus se-efisien mungkin.

3. Ganti lampu ke tipe LED

Lampu LED lebih hemat karena teknologinya lebih terbaru dibanding bohlam biasa.

Lagipula, warnanya juga lebih terang dan lebih sedap dipandang mata.

Kecuali kalau kamu punya kafe, ya boleh lah pakai lampu bohlam biar aesthetic kafe-nya lebih dapet.

4. Buka jendela, gak usah pakai AC

Serius deh, orang yang pakai AC biasanya ketagihan pakai AC sehingga panas dikit langsung nyalain AC sampai suhu terendah.

Padahal kalau ventilasi cukup ideal, yakin deh ruangan kamu gak gerah-gerah amat sebenarnya.

Atau, kalau mau tetap nyaman tanpa perlu boros listrik, baca tips berikutnya.

5. Kalau mau tetap adem tanpa boros listrik, pakai kipas angin ketimbang AC

Kipas angin merupakan sahabat bagi para sobat kismin di seluruh dunia.

Selain hemat energi, harganya tidak mahal dan tetap bisa membuat kamu merasa lebih adem, walaupun tidak senikmat pakai AC.

6. Perbanyak tanaman agar rumah rindang dan adem

Ini sebenarnya adalah tips agar penggunaan AC berkurang.

Logikanya, kalau banyak pohon dan tanaman, rumah/ruangan akan lebih adem, dan kalau rumah/ruangan adem, maka penggunaan AC bisa dihindari.

Juga, kalau suasanya nyaman karena banyak tanaman, kamu akan lebih betah di rumah dan lebih kecil kemungkinannya nongkrong ke luar. Intinya, jadi lebih hemat.

7. Nyalakan rice cooker hanya ketika ingin makan saja

Kecuali kamu buka warteg, saran saya jangan membiasakan menyalakan rice cooker terus menerus.

Masaklah nasi sesuai kebutuhan dan pastikan nasi habis setelah makan, sehingga kamu tidak perlu menyalakan rice cooker terus menerus agar nasi tetap enak.

Hal ini penting terutama kalau kamu suka membiarkan rice cooker menyala semalaman karena masih banyak nasi sisa. Mulailah mindful eating dan matikan rice cooker ketika sudah malam. Nasi masih bisa bertahan semalaman dan justru jadi bisa dipakai untuk membuat nasi goreng di pagi keesokan harinya.

8. Gunakan setrika hemat listrik

Setrika modern biasanya sudah punya fitur yang bisa mengatur suhu otomatis, jadi ketika sudah terlalu panas setrika akan mati sendiri dan ketika suhu turun akan menyala kembali.

Selain lebih aman untuk baju-baju yang disetrika (karena suhunya konstan), fitur ini juga jelas lebih hemat listrik dibanding setrika yang menyala terus menerus.

9. Jangan gunakan pengering mesin cuci ketika musim kemarau

Kalau mesin cuci kamu yang otomatis mengeringkan setelah mencuci, biasanya ada settingan yang bisa membuat mesin tersebut hanya mencuci saja tanpa perlu mengeringkan.

Nah, di negara tropis seperti Indonesia ketika musim kemarau tentu sangat panas dan terik. Manfaatkan teriknya sang surya untuk mengeringkan baju-baju kamu yang masih sangat basah.

Ini salah satu kelebihan tinggal di negara tropis 🙂

10. Gunakan TV LED ketimbang yang jadul

Kadang beberapa kosan masih menyediakan TV tabung jadul karena mungkin si ibu kos males ganti dan kebetulan TV-nya belum rusak-rusak dari dulu.

TV tabung bisa 2x lebih boros dibanding TV LED/LCD keluaran terbaru.

Walau saya yakin kamu juga males nonton di TV tabung, tapi pastikan saja kalau lebih baik kamu pakai TV LED sendiri atau tonton saja di laptop. Mayoritas channel TV sekarang sudah punya channel YouTube kok.

11. Matikan lampu kalau tidak digunakan

Ini tips yang sangat klasik ya, sampai-sampai saya taruh di belakang karena sudah terlalu umum.

Namun, perlu diperhatikan, kalau niatnya memang menghemat listrik, mematikan lampu itu wajib dilakukan.

Selain mubazir, umur lampu juga jadi lebih awet sehingga menghematnya tidak cuma dari iuran listrik namun juga lampu yang lebih awet.

Apa susahnya sih mematikan lampu ketika sudah tidak dipakai? Biasakan hal kecil ini ke dalam kehidupan sehari-hari. Selain lebih hemat, lebih aman juga karena resiko korsleting juga berkurang.

12. Cabut colokan setelah selesai pakai

Ini juga tips yang sangat klasik namun sering diabaikan banyak orang sampai sekarang.

Biasanya orang lupa mencabut charger HP dan juga laptop, entah karena malas atau karena berpikir, “Ah nanti juga ngecharge lagi kan, jadi gak usah dicabut.”

Ini habit buruk karena selain mubazir, ada faktor safety juga, yaitu lebih baik mencabut alat apapun setelah pemakaian untuk menghindari resiko korsleting atau apapun itu.

Lebih baik jaga-jaga daripada kenapa-napa.

13. Jangan masukkan makanan panas ke kulkas

Mungkin ini sudah jadi rahasia umum ya, tapi makanan panas yang langsung dimasukkan ke kulkas biasanya teksturnya sedikit berubah dan biasanya jadi kurang enak ketika ingin dimakan lagi.

Selain itu, hal ini membuat kerja kulkas makin berat karena harus membuang udara panas lebih cepat lagi dari biasanya.

Sabar sedikit lah, diamkan makanannya di luar sampai suhunya sama dengan suhu ruangan, baru kemudian masukkan ke kulkas.

14. Jangan terlalu sering buka tutup kulkas

Ini juga sering dilakukan, terutama oleh anak kecil yang penasaran dengan hawa dingin kulkas dan ingin lihat kapan lampu di dalam kulkas mati.

Kegiatan ini membuat suhu di dalam kulkas naik dengan cepat karena udara panas dari luar masuk ke dalam kulkas, sehingga kulkas harus bekerja ekstra keras untuk mendinginkan kembali suhu bagian dalam.

Tidak percaya? Coba saja kamu buka pintu kulkas dan diamkan, dijamin kulkas kamu akan bersuara lebih nyaring dari biasanya.

15. Mandi pakai shower

Kalau kamu terbiasa mandi pakai bak dan gayung, sebaiknya coba mandi pakai shower.

Penggunaan air pada shower jauh lebih hemat dibanding mandi pakai gayung karena air dari shower lebih merata sehingga bisa mengenai seluruh bagian tubuh lebih cepat dan efisien dibanding mandi pakai gayung.